Keanekaragaman Hayati dan Monitoring Kehutanan

Image

belajar “biodiversity” (Nurul Winarni)

Testimoni – Salah satu mata kuliah dalam pelatihan model The Rain Forest Standard (RFS)  tentang keanekaragaman hayati dan monitoring kehutanan. Materi ini untuk memberikan pengenalan pada Pemantauan  Keanekaragaman hayati Tropis.

Pemantauan Keanekaragaman hayati berfokus pada teknik-teknik pemantauan terutama terhadap keanekaragaman hayati tropis (vertebrata) dan dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta  untuk memahami dan melakukan Pemantauan Keanekaragaman Hayati Independen seperti yang dipersyaratkan dalam Standarisasi Hutan Hujan Tropis (SR).

Pelatihan  ini akan membuat hubungan-hubungan antara perubahan lingkungan antropogenik dan satwa liar, khususnya yang berkaitan dengan dampak kegiatan manusia terhadap satwa dan habitatnya dan juga peran dari keanekaragaman hayati untuk menilai kesehatan suatu ekosistem.

20131029_130414-1

koleksi serangga dari LIPI

Kursus ini akan berfokus pada keanekaragaman hayati, dengan penekanan pada pemantauan dan pemeliharaan keanekaragaman hayati di daerah-daerah tropis. Teknik-teknik pemantauan didasarkan pada ilmu pengetahuan yang sudah di ulas atau ditinjau oleh para ahli keanekaragaman hayati.

Selain itu, tentu saja pelatihan ini juga akan menguji konsep-konsep ekologi yang telah digunakan dalam praktek-praktek manajemen konservasi. Hasil yang di harapkan dari program ini, peserta harus memiliki kemampuan untuk membentuk sebuah proyek pemantauan dasar, memahami hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan, dan melakukan survei-survei keanekaragaman hayati dilapangan dan pemantauannya.

DSCN2192_hutan

Praktek di hutan Universitas Indonesia

Materi yang disampaikan selama pelatihan mudah dipahami dan menarik, karena pengampu memberikan perspektif yang lebih luas dari materi yang disampaikan.  Walau banyak menggunakan  pendekatan berbeda, tapi banyak memberi pemahaman baru mengenai keanakaragaman hayati dan kehutanan.

Selain menyima materi pelatihan di kelas, peserta juga melakukan praktek tentang keankeragaman hayati dan monitoring kehutanan ini di  arboretum kampus Universitas Indonesia.

“Sebaiknya lebih banyak praktek lapangan, terutama penerapan metode-metode survey dan monitoring yang disampaikan saat di kelas,” usul salah seorang peserta pelatihan, yang merasa kurang  saat praktek.  [RCCC UI |2013]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s