Produktivitas dan Ketahanan Masyarakat Terhadap Perubahan Iklim

Perubahan iklim tidak hanya soal hutan. Research Center for Climate Change (RCCC) Universitas Indonesia merasa perluIMG_0924 untuk menyebarluaskan pengetahuan mengenai Produktivitas dan Ketahanan Masyarakat Terhadap Perubahan Iklim. Hal ini disampaikan di ruang serba guna Universitas Mulawarman di Samarinda pada tanggal 18 September 2014.

Seperti disampaikan oleh Prof. Dr. Deddy Hadriyanto Ketua Center for Climate Change Studies (C3S) Universitas Mulwarman bahwa permasalahan perubahan iklim adalah permasalahan global nomor 1 (satu) bukan permasalahan lokal. Konferensi mengenai perubahan iklim dilakukan setiap tahun, ini menunjukkan betapa urgent nya perubahan iklim. Terutama dari hasil industri (karbondioksida, metana, cfc) maupun bukan dari hasil industri. Di beberapa daerah di Indonesia terjadi peningkatan deforestrasi, namun di daerah Jawa mulai meningkat reforestrasi (penghutanan kembali).

Prof. Dr. Deddy Hadriyanto prihatin dengan kondisi Samarinda merupakan kawasan Hutan Hujan Tropis, dimana normalnya sekurang-kurangnya memiliki 30% kawasan hutan, tapi kenyataannya Samarinda hanya memiliki 0,98% kawasan hutan.

Seminar ini adalah program penjangkauan masyarakat, isu yang diangkat antara lain mengenai Jasa Ekosistem Hutan di Pulau Kalimantan yang disampaikan oleh Dr. Sutedjo dari C3S Universitas Mulawarman, menyampaikan bahwa ketahanan terhadap perubahan iklim bergantung pada ekosistem yang sehat dan kekayaan biodiversitas yang diusungnya. Juga semakin tinggi kekayaan biodiversitas suatu ekosistem, dan pengetahuan ekologi dari suatu komunitas, maka ketahanan sistem bio-budayanya akan semakin kuat.

Continue reading

Sosialisasi Langkah Awal untuk Memperkenalkan REDD+ di Indonesia

IMG_0848

short course  Kerangka Hukum, Kebijakan dan Kontrak REDD+ di Indonesia

Untuk kedua kali, Research Center for Climate Change (RCCC) Universitas Indonesia menggelar pelatihan singkat yang terkait dengan isu perubahan iklim. Tema pelatihan ini adalah Kerangka Hukum, Kebijakan dan Kontrak REDD+ di Indonesia.   Pelatihan diselenggarakan selama dua hari di The Hills Hotel Bukittinggi, dari tanggal 14-15 Agustus 2014. Ada 23 atau peserta yang berasal dari Lembaga Pemerintah, Swasta, LSM, Akademia, dan individual yang terkait pelaksanaan implementasi REDD+ di Indonesia.

Harry Alexander SH., MH., LL.M selaku pengampu dari RCCC UI menjelaskan bawa tujuan dari pelatihan untuk

  1. memberikan pelatihan kerangka kebijakan dan kelembagaan pelaksanaan REDD+ di Indonesia.
  2. Memberikan pemahaman lansekap peraturan penyelenggaraan REDD+ dan mitigasi perubahan iklim khususnya di sector kehutanan di Indonesia
  3. Memberikan pemahaman pelibatan para pemangku kepentingan & pembagian keuntungan dari pelaksanaan REDD+
  4. Memberikan pemahaman teori dan praktek Kontrak “Sales and Purchase Agreement” pelaksanaan REDD+

Selain Harry Alexander SH., MH., LL.M yang memberikan materi-materi terkait soal hukum, hadir pula Prof. Dr. Afrizal, MA dari Universitas Andalas. Beliau menyampaikan soal “ Pemahaman terhadap Pelibatan Para Pemangku Kepentingan & Pembagian Keuntungan dari Pelaksanaan REDD+”

Continue reading